Follow by Email

Selasa, 06 Desember 2011

komunikasi efektif




MAKALAH  KOMUNIKASI EFEKTIF
Mata Kuliah: PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA


Disusun oleh :
1.      Sugiana                               (1601409017)
2.      Puri Puspita Dewi               (1601409032)
3.      Dewi Arifiani Rahmawati (1601409045)
4.      Sri Wahyuni                                   (1601409046)
5.      Arinta Tri A                                    (1601409057)

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2011

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Komunikasi merupakan satu faktor yang menentukan kebahagiaan manusia, komunikasi juga faktor paling penting untuk menjalin hubungan yang rapat dengan seorang manusia lain. Manusia berkomunikasi karena ada beberapa tujuan yang hendak dicapai. Tujuan pertama, individu berkomunikasi dengan manusia lain adalah karena individu tersebut hendak memahami orang lain. Individu hendaknya mengenali siapa mereka, siapa diri mereka, apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka rasakan dan macam-macam lagi konteks kalimat berkenaan dengan dirinya. Menurut Smith (1966), komunikasi manusia adalah satu rangkaian proses yang harus yang digunakan manusia untuk berinteraksi, mengawali antara satu sama lain dan memperoleh kepahaman. Komunikasi adalah bentuk interaksi secara lisan atau bukan lisan di antara suami dan isteri, orangtua dan anak, dan dapat juga interaksi dari semua anggota keluarga. Ini termasuk pernyataan sikap, nilai, minat, kepercayaan, perasaan dan pemikiran dalam kehidupan hari-hari.
Komunikasi efektif merupakan Komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi. Kita harus sadar akan pentingnya komunikasi khususnya komunikasi efektif, agar segala sesuatu yang kita tampilkan dan lakukan adalah komunikasi, maka penampilan dan segala sesuatu yang kita lakukan merupakan pesan.
Komunikasi dalam keluarga merupakan sesuatu yang hakiki demi kekuatan sebuah keluarga. Karena itu, komunikasi dalam keluarga tidak dapat digantikan oleh berbagai jenis alat komunikasi seperti Handphone, BlackBerry, termasuk di dalamnya Facebook, dan lain sebagainya. Komunikasi dalam keluarga sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, karena sebagian besar waktu anak dihabiskan didalam rumah atau keluarga. Dengan adanya komunikasi yang baik dari orang tua dan anak, dapat membentuk kepribadian pada anak. Misal dalam sebuah keluarga ada orangtua yang suka membentak, maka sang anak  akan mengidentifikasi perilaku orangtuanya tersebut yaitu ikut berbicara dengan membentak-bentak. Intensitas komunikasi juga sangat berpengaruh terhadap kehangatan antara orang tua dan anak. Orangtua yang mampu menjaga intensitas berkomunikasi dengan anaknya, akan lebih bisa memantau dan mengawasi anak. Secara tidak langsung anak merasa diperhatikan dengan diajak mengobrol, dan anak akan merasa nyaman sehingga anak mau mencurahkan isi hati dan masalah-masalah yang sedang dihadapi.
Anak-anak yang tidak dibiasakan berkomunikasi dengan baik didalam keluarga, akan mengalami kesulitan dalam mengutarakan pendapat-pendapat mereka. Padahal komunikasi tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga, tapi juga teman dan masyarakat diluar keluarga. Sangat jelas bahwa komunikasi dalam keluarga dapat melatih anak dalam  mengutarakan pendapatnya dan membantu anak agar tidak menjadi anak yang introvert yang mana sangat berguna bagi penyesuaian dirinya di masyarakat dan kehidupan yang sesungguhnya. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk membuat makalah tentang Komunikasi Efektif dalam Keluarga.

B.     Tujuan

            Tujuan dari penulisan makalah komunikasi efektif dalam keluarga antara lain:
1.      Memberikan pemahaman tentang tatacara berkomunikasi.
2.      Menjelaskan tentang komunikasi yang efektif dalam keluarga.
3.      Menjelaskan tentang pengaplikasian komunikasi yang efektif di dalam keluarga


C.     Manfaat
1.      Mengetahui tentang tatacara berkomunikasi.
2.      Mengetahui tentang tatacara berkomunikasi yang efektif di dalam keluarga.
3.      Mengetahui pelaksanaan komunikasi efektif di dalam keluarga untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan anak.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Komunikasi
a.       Pengertian komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin  Communicare atau Communis yang berarti  sama  atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti  kita berusaha agar  apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.
Beberapa definisi komunikasi adalah:
1.      Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh  pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi  (Astrid).
2.      Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
3.      Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).
4.      Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W)
5.      Komunikasi  adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).

b.      Tujuan & Manfaat Komunikasi
Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
1.     Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2.     Mempengaruhi perilaku seseorang
3.     Mengungkapkan perasaan
4.     Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
5.     Berhubungan dengan orang lain
6.     Menyelesaian sebuah masalah
7.     Mencapai sebuah tujuan
8.     Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
9.     Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain

c.       Dasar-dasar komunikasi

Komunikasi mempunyai  dasar sebagai berikut: Niat, Minat,  Pandangan, Lekat, Libat.

Niat menyangkut :
l  Apa yang akan disampaikan
l  Siapa sasarannya
l  Apa yang akan dicapai
l  Kapan akan disampaikan
Minat, ada dua factor yang mempengaruhi yaitu:
·        Faktor obyektif   : merupakan rangsang yang kita terima
·        Faktor subyektif : merupakan faktor yang menyangkut diri si penerima   stimulus
Pandangan, merupakan makna dari informasi yang disampaikan  pada sasaran, menafsirkan informasi yang diterima tergantung pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.
Lekat, merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima.
Libat, merupakan keterlibatan panca indera sebanyak-banyaknya.



d.      Unsur-unsur dalam komunikasi
Untuk dapat berkomunikasi secara efektif kita perlu memahami unsur-unsur komunikasi, antara lain:
1.      Komunikator.
Pengirim (sender) yang mengirim pesan kepada komunikan dengan menggunakan media tertentu. Unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya suatu komunikasi
2.      Komunikan.
Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahkan dan akhirnya memberi respon.
3.      Media.
Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Berupa bahasa verbal maupun non verbal, wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh, bahasa mesin, sandi dan lain sebagainya.
4.      Pesan.
Isi komunikasi berupa pesan (message) yang disampaikan oleh Komunikator kepada Komunikan. Kejelasan pengiriman dan penerimaan pesan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan komunikasi.
5.      Tanggapan.
Merupakan dampak (effect) komunikasi sebagai respon atas penerimaan pesan. Diimplentasikan dalam bentuk umpan balik (feed back) atau tindakan sesuai dengan pesan yang diterima.

e.       Proses komunikasi
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar  sebagai berikut : Pengirim pesan , penerima pesan  dan  pesan
Semua fungsi manajer melibatkan  proses komunikasi. 




1.     Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide  untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan   dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan  atau diekspresikan  oleh pengirim pesan.  Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
 Materi pesan dapat berupa :
a.       Informasi
b.      Ajakan
c.       Rencana kerja
d.      Pertanyaan dan sebagainya
2.     Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat       dipahami oleh  orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan  penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.
3.     Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar,  papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan  yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb
4.     Mengartikan kode/isyarat
Setelah  pesan diterima  melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka  si penerima pesan  harus dapat mengartikan  simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya
5.     Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan  dari sipengirim  meskipun dalam bentuk code/isyarat  tanpa mengurangi arti pesan  yang dimaksud oleh pengirim
6.     Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi  kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting  bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung  yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak Balikan yang diberikan oleh orang lain  didapat dari pengamatan pemberi balikan  terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan  menggambarkan perilaku penerima pesan  sebagai reaksi  dari pesan  yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan  kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
7.     Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi  akan tetapi mempunyai pengaruh dalam  proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah  hal yang  merintangi atau menghambat  komunikasi  sehingga penerima salah menafsirkan pesan  yang diterimanya.
f.       Jenis-jenis komunikasi
Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau  kelompok
Jenis komunikasi terdiri dari:
1.     Komunikasi verbal dengan kata-kata
2.     Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh

ü  Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
a.       Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
b.      Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif  dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
c.       Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan  secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya  bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
d.      Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan  stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan  satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e.       Singkat dan jelas. Komunikasi  akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
f.       Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang  bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.
ü  Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata  dan komunikasi non verbal memberikan arti  pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal :
a.       Ekspresi wajah  
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
b.      Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi  atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan  bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata  juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
c.       Sentuhan  adalah bentuk komunikasi personal  mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan  seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang  atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
d.      Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e.       Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan  juga salah satu ungkapan  perasaan  dan pikiran  seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi  non verbal lainnya  sampai desis  atau suara  dapat menjadi pesan yang sangat  jelas.
f.       Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi  seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan  selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan  stress  bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress

g.      Bentuk-bentuk komunikasi
Komunikasi  sebagai proses memiliki bentuk :
1.      Bentuk Komunikasi berdasarkan
a.       Komunikasi langsung
Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.
Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.
        A--------àß-----------B
b.      Komunikasi tidak langsung

Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima  penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll.

            Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya                     


2.      Bentuk komunikasi berdasarkan  besarnya sasaran :
a.       Komunikasi massa, yaitu komunikasi  dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.
Komunikasi masa yang baik  harus :
Pesan disusun  dengan jelas, tidak rumit  dan tidak bertele-tele
Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
Bentuk gambar yang baik
Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio)
b.      Komunikasi kelompok
Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.
                         Perawat----- ®  ¬ ------Pengunjung puskesmas
c.       Komunikasi perorangan.
Adalah  komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.
                      Perawat----- ®   ¬ ------Pasien
3.      Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :
a.      Komunikasi satu arah
Pesan  disampaikan oleh sumber kepada sasaran  dan sasaran tidak dapat  atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.
A  ------------------® B                                                                                                                                                          
b.      Komunikasi timbal balik.
Pesan disampaikan kepada sasaran  dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya  komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik.
h.      Hambatan dalam berkomunikasi
Beberapa hal yangmenghamabat proses komunikasi :
1.     Hambatan dari Proses  Komunikasi
·        Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi  oleh perasaan atau situasi emosional.
·        Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti  lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
·        Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
·        Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
·        Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada  saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
·        Hambatan dalam memberikan  balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
2.     Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.
3.     Hambatan Semantik.
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi  kadang-kadang mempunyai  arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima
4.     Hambatan Psikologis 
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim  dan penerima pesan.

B.     Komunikasai dalam Keluarga
a.       Pengertian Keluarga
           Pendapat dari Ki Hajar Dewantara mengenai keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh suatu turunan lalu mengerti dan berdiri sebagai suatu gabungan yang hakiki,esensial,dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
           Komunikasi dalam keluarga juga dapat diartikan sebagai kesiapan membicarakan dengan terbuka setiap hal dalam keluarga baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, juga siap menyelesaikan masalah-masalah dalam keluarga dengan pembicaraan yang dijalani dalam kesabaran dan kejujuran serta keterbukaan
           Enam hal yang harus diperhatikan dalam komunikasi efektif di keluarga , yaitu:
1.       Respek
Komunikasi harus diawali dengan sikap saling menghargai (respectfull attitude). Adanya penghargaan biasanya akan menimbulkan kesan serupa (timbal balik) dari si lawan diskusi. Orangtua akan sukses berkomunikasi dengan anak bila ia melakukannya dengan penuh respek. Bila ini dilakukan maka anak pun akan melakukan hal yang sama ketika berkomunikasi dengan orangtua atau orang di sekitanya.
2.      Empati
Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri kita pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang lain. Syarat utama dari sikap empati adalah kemampuan untuk mendengar dan mengerti orang lain, sebelum didengar dan dimengerti orang lain.  Orangtua yang baik tidak akan menuntut anaknya untuk mengerti keinginannya, tapi ia akan berusaha memahami anak atau pasangannya terlebih dulu. Ia akan membuka dialog dengan mereka, mendengar keluhan dan harapannya. Mendengarkan di sini tidak hanya melibatkan
indra saja, tapi melibatkan pula mata hati dan perasaan. Cara seperti ini dapat memunculkan rasa saling percaya dan keterbukaan dalam keluarga.
3.       Audibe
Audibel berarti "dapat didengarkan" atau bisa dimengerti dengan baik. Sebuah pesan harus dapat disampaikan dengan cara atau sikap yang bisa diterima oleh si penerima pesan. Raut muka yang cerah, bahasa tubuh yang baik, kata-kata yang sopan, atau cara menunjuk, termasuk ke dalam komunikasi yang audibel ini.
4.      Jelas
Pesan yang disampaikan harus jelas maknanya dan tidak menimbulkan banyak pemahaman, selain harus terbuka dan transparan. Ketika berkomunikasi dengan anak, orangtua harus berusaha agar pesan yang disampaikan bisa jelas maknanya. Salah satu caranya adalah berbicara sesuai bahasa yang mereka pahami (melihat tingkatan usia).
5.      Tepat
Dalam membahas suatu masalah hendaknya proporsi yang diberikan tepat baik waktunya, tema maupun sasarannya. Waktu yang tepat untuk membicarakan masalah anak misalnya pada waktu makan malam. Pada waktu sarapan pagi, karena ketergesaan maka yang dibicarakan umumnya masalah yang ringan saja.
6.      Rendah Hati
Sikap rendah hati dapat diungkapkan melalui perlakuan yang ramah, saling menghargai, tidak memandang diri sendiri lebih unggul ataupun lebih tahu, lemah lembut, sopan, dan penuh pengendalian diri. Dengan sikap rendah hati ini maka laaawaaan diskusi kita memjadi lebih terbuka, sehingga banyak hal yang dapat diungkapkan dari diskusi tersebut.

b.      Aplikasi komunikasi efektif dalam keluarga
ü  Komunikasi verbal dengan kata-kata
Berikut adalah contoh komunikasi verbal:
·         Berbicara dengan seseorang atau kelompok orang
·         Mendengarkan radio
·         Membaca buku, majalah dan novel,
·         Menulis surat lamaran, surat perjanjian jual beli, brosur, dll.
·         Berpidato dihadapan orang banyak
Dari komunikasi verbal ini anak lebih dapat menangkap berbagai macam maksud, ucapan, maupun pesan yang disampaikan oranglain kepadanya.  Anak juga dapat menyampaikan segala apa yang ia ingin sampaikan kepada orang lain melalui pesan dari komunikasi verbal ini. Komunikasi verbal lebih praktis untuk digunakan anak dalam berkomunikasi daripada melalui bahasa tubuh yakni dalam komunikasi non verbal. Adapun kelemahannya terdapat pada keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek atau perasaan. Tidak semua benda, peristiwa, perasaan dapat diwakili oleh kata yang berbeda. Suatu kata hanya mewakili realitas, tetapi bukan merupakan realitas itu sendiri. Kata hanya bisa mewakili sebagian dari realitas, bukan keseluruhan realitas. Bahkan keterbatasan penguasaan beberapa bahasa yang dimiliki anak, membuat anak kesulitan memahami serta mengartikan pesan yang disampaikan oranglain kepadanya.

ü  Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh
Contoh komunikasi non verbal yaitu:
a.       Sentuhan
Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari sang penyentuh. Sentuhan juga dapat menyebabkan suatu perasaan pada sang penerima sentuhan, baik positif ataupun negatif.
b.      Gerakan tubuh
Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan; untuk mengatur atau mengendalikan jalannya percakapan; atau untuk melepaskan ketegangan.
c.       . Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti “mm”, “e”, “o”, “um”, saat berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal seperti ini harus dihindari
d.      Lingkungan
Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan, dan warna
e.        Kronemik
Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).
ü  Gabungan Komunikasi Verbal dan Non Verbal

Contoh gabungan komunikasi verbal dan non verbal
·         Ketika seseorang mengatakan menolak sesuatu dia tidak hanya mengatakan dengan mengucapkan kata “tidak” namun juga disertai “gelengan kepala” atau “jari telunjuk yang bergerak kekiri dan kekanan”.
·         Pada saat akhir pertemuan, seseorang yang berpamitan tidak hanya mengucapkan salam perpisahan/selamat tinggal namun juga melambaikan tangan.
·         Ketika orang marah dia tidak hanya mengucapkan kata-kata kekesalan namun juga menggebrak meja dengan nada suara yang tinggi.
·         Dalam suatu pertemuan, pada saat bertemu dengan teman lama, seseorang tidak hanya mengucapkan “hai” namun juga “mengulurkan tangan untuk bersalaman”.
·         Ketika seseorang memenangkan suatu pertandingan, selain dia mengucapkan “hore aku menang”, dia juga melompat dengan menunjukkan ekspresi wajah kegirangan.

c.       Etika Komunikasi Dalam Keluarga
Dengan mengamalkan etika dalam berkomunikasi seseorang individu akan dapat memelihara hubungan kekeluargaan mereka, amalan etika ini mampu memberi kesan yang positif terhadap diri seseorang individu untuk mengekalkan kesejahteraan hidup. Di antara etika
komunikasi tersebut ialah:
1.      Pertamanya, seseorang individu dengan jujur seharusnya menceritakan perasaannya. Sekiranya tersinggung hendaklah mengatakan bahawa diri itu tersinggung. Seseorang yang tidak jujur akan perasaannya seumpama tidak bertanggungjawab atas perasaan sendiri. Ia akan menyebabkan hubungan menjadi tegang dan komunikasi menjadi negatif.
2.      Kedua, perlunya komunikasi yang mementingkan kepentingan dan tujuan bersama dan tidak mementingkan tujuan pribadi. Dalam situasi ini tidak boleh bercakap kerana hendak memperjuangkan perasaan diri sendiri sahaja.
3.      Ketiga, ketika berkomunikasi etika yang perlu dijaga ialah dengan memberi konteks kalimat secara tepat. Tidak boleh member konteks kalimat palsu.
4.      Kempat, tidak boleh sekali-kali mempunyai niat hendak menipu dan memperdaya orang lain sewaktu sedang berinteraksi.
5.      Kelima, untuk menjaga keharmonian sebuah keluarga setiap individu perlu menggelakkan diri dari terus mengumpat dan bergosip. Keadaan ini akan meruntuhkan lagi keteguhan kekeluargaan. Sekiranya terdapat individu yang berbuat demikian, individu yang mendengar tidak perlu masuk campur dan adalah lebih baik mendorong mereka yang bergosip berhenti dengan baik tanpa menyinggung perasaan.
6.      Etika yang keenam, ialah apa yang diperkatakan hendaklah selaras dengan gerak-gerik. Contohnya kalau mulut berkata ‘Tidak’ maka kepala juga harus menggeleng tidak.
7.      Ketujuh, dalam etika berkomunikasi ialah tidak boleh memotong pembicaraan kepada individu yang sedang berbicara. Biarkan mereka berbicara hingga akhir sebelum orang lain mengambil giliran untuk berbicara.
8.      Kedelapan, perkara yang perlu diambil perhatian ialah apabila seseorang individu sedang berbicara berkenaan tentang perkara, tidak wajar bagi individu yang lain menyebut perkara-perkara lain yang tidak ada kaitannya dengan apa yang disebutkan.
9.      Kesembilan, tidak dibenarkan berbuat sesuatu yang mengganggu individu lain daripada berbicara dan mendengarkan dengan tenang.
10.  Kesepuluh, tidak dibenarkan berbicara berkenaan masalah yang negatif. Masalah negatif yang dikatakan hanya akan mengeruhkan atau membuat komunikasi yang sedang berlangsung itu menjadi hambar dan tidak ada keintiman yang boleh berlaku dari seorang individu kepada individu yang lain.
11.  Kesebelas, etika yang perlu dilakukan oleh seseorang individu apabila sedang berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain ialah dengan mendengarkan daripada memotong dan mencela pembicaraan orang lain.
12.  Etika terakhir ialah apabila sedang berkomunikasi dengan orang lain, masalah yang paling penting untuk dilakukan ialah senantiasa memberi dan menghargai orang yang sedang kita bicarakan. Masalah ini juga sangat penting apabila berkomunikasi dengan suami-istri, orangtua dengan anak, dan antara anggota keluarga yang lain.

BAB III
PENUTUPAN
A.    Kesimpulan
               Komunikasi dalam keluarga juga dapat diartikan sebagai kesiapan membicarakan dengan terbuka setiap hal dalam keluarga baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, juga siap menyelesaikan masalah-masalah dalam keluarga dengan pembicaraan yang dijalani dalam kesabaran dan kejujuran serta keterbukaan.
      Enam hal yang harus diperhatikan dalam komunikasi efektif di keluarga adalah respek, empati, audibe, rendah hati, tepat dan jelas
               Banyak cara yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk menjadi komunikator efektif dalam upaya memperbaiki kualitas relasi antar-anggota keluarga. Keluarga dapat memperbaiki keterampilan komunikasi dengan melakukan hal-hal seperti, frekuensi komunikasi, komunikasi jelas dan langsung, jadilah penyimak yang baik, perhatikan pesan-pesan non verbal, dan berfikir positif
  
DAFTAR PUSTAKA
Tarmudji, tarsis. 2004. Memahami psikologi komunikasi. Semarang: UNNES Press.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar