Follow by Email

Kamis, 17 November 2011

latar belakang (MODIFIAKASI PERILAKU GAGAP)



 Bahasa merupakan suatu wujud yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahasa adalah milik mutlak manusia dan telah menyatu dengan pemiliknya. Bahasa selalu muncul dalam setiap aspek kehidupan manusia. Tidak ada satu kegiatan manusia yang tidak disertai penggunaan bahasa. Oleh karena itu, defenisi bahasa menjadi beragam sejalan dengan bidang kegiatan tempat di mana bahasa itu digunakan. Bahasa dapat didefinisikan dari berbagai sudut pandang. Namun, secara sederhana bahasa merupakan sarana komunikasi yang berupa ungkapan dari pikiran manusia. Bahasa juga merupakan suatu sistem simbol lisan yang bersifat mana suka yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antarsesamanya, berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama.
Jadi, dapatlah diartikan bahwa bahasa merupakan suatu sistem, sama dengan sistem-sistem yang lain, yang sekaligus bersifat sistematis. Bahasa bukanlah suatu sistem tunggal melainkan juga dibangun oleh sejumlah subsistem yang terdiri atas fonologi, sintaksis dan leksikon. Selain itu, bahasa juga bukan sekedar alat interaksi sosial, melainkan juga memiliki fungsi dalam berbagai bidang, salah satunya adalah neurologi (otak).
Secara fonologi, penguasaan suatu bahasa dimulai dari otak lalu dilanjutkan pelaksanaannya oleh alat-alat bicara yang melibatkan sistem saraf otak. Oleh Karena itu, dapat dikatakan bahwa berbahasa adalah proses mengeluarkan pikiran dan perasaan dari otak secara lisan, dalam bentuk kata-kata maupun kalimat.
Seorang manusia yang normal fungsi otak dan alat bicara, tentu dapat berbahasa dengan baik. Namun, mereka yang memiliki kelainan fungsi otak dan alat bicaranya, tentu mempunyai kesulitan dalam berbahasa, dengan kata lain kemampuan berbahasanya terganggu.
Penyebab yang menimbulkan kesulitan dalam berkomunikasi yang disebut dengan gangguan berbahasa sangat banyak. Gangguan berbahasa dapat disebabkan oleh terjadinya kerusakan pada alat artikulasi, bisa juga karena terjadinya kerusakan pada otak. Secara medis menurut Sidharta (1984) gangguan berbahasa itu dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu (1)gangguan berbicara (2)gangguan berbahasa (3)gangguan berpikir. Gangguan berbicara dapat dikelompokkan atas dua kategori. Pertama, gangguan mekanisme berbicara yang berimplikasi pada gangguan organik dan kedua, gangguan berbicara psikogenik.
Gagap merupakan salah satu gangguan berbahasa yang masuk dalam gangguan berbicara. Gagap pada anak usia dini bukan hal yang  harus dikhawatirkan, tetapi gangguan gagap perlu mendapat perhatian khusus agar gangguan tersebut tidak menetap pada anak hinggai ia dewasa.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar